Selamat Datang

Assalaamu'alaikum sahabatku..selamat berkunjung ke blog kami...nikmati dan dapatkan inspirasi dari blog kami :)

Rabu, 23 April 2008

DR. Warsito, M.Eng; Cah Ndeso yang Mendunia(1)

Dr Warsito, Ahli “Tembus Pandang” yang Bukan Klenik

(Dikutip dari Harian Sore Sinar Harapan)



JAKARTA – Melihat tembus pandang di zaman dulu hanya sebatas wacana. Bahkan, dihubungkan dengan ilmu klenik. Tapi di masa kini, dengan keandalan teknologi, hal itu bukan suatu yang mustahil. Berkat teknologi tomografi, kita bisa melihat suatu objek tanpa harus membuka penampangnya.

Inilah yang ditekuni Dr Warsito, ilmuwan senior bidang kimia dan biomolekuler Ohio State University, Amerika Serikat (AS). Lelaki kelahiran Solo, 15 Mei 1967 ini telah mengembangkan tomografi volumetrik. Apa pula ini?

“Ini merupakan prototip tomografi terkini yang mampu melakukan rekonstruksi objek secara real time dan tiga dimensi dengan kecepatan hingga milidetik per volume,” papar Warsito dalam presentasinya di acara “Meeting of Indonesian Scientist in the 21st Century” di Jakarta baru-baru ini.

Walau sudah melanglang buana belajar di negeri orang, Warsito masih tercatat sebagai warga negara Indonesia. Ilmu kimia memang sudah diminati Warsito sejak belia. Tak heran ia menuntut ilmu tersebut sampai ke Negeri Sakura, tepatnya Universitas Shizouka.

Setelah itu, ia melanjutkan ke jenjang S2 di kampus serupa. Pada 1997 Warsito berhasil menuntaskan PhD-nya di kampus itu juga dengan disertasi tentang yomografi ultrasonik. Kini ia tercatat sebagai ilmuwan senior di Department of Chemical and Biomolecular Engineering di Ohio State University. Di sinilah ia bersama timnya mengembangkan tomografi bolumeytrik.

Walau lama di negeri orang, Warsito masih menjadi dosen tamu di jurusan fisika Universitas Indonesia hingga saat ini. Ia juga sempat menjadi dosen tamu di kampus yang membesarkannya, Universitas Shizouka.

Ada serangkaian penghargaan yang pernah diraih lelaki murah senyum ini. Tahun 2002 ia dianugerahi American Institute of Chemist Foundation Outstanding Post-doctoral Award. Ia juga menjadi lulusan terbaik bidang kimia di Universitas Shizouka. Bahkan di awal kariernya pada 1985 Warsito sempat meraih Baiquni Award bidang sains dan matematika dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Berkat segudang prestasinya itu, lelaki ini termasuk dalam 16 ilmuwan Indonesia yang diberi kesempatan unjuk gigi di depan Douglas D Osheroff, peraih Nobel Fisika 1996 yang berkunjung ke Indonesia, akhir pekan silam. (mer)

DR. Warsito, M.Eng; Cah Ndeso yang Mendunia(2)

Teknologi Dunia dari Pojok Ruko

(Dikutip dari Tempo)


Ia menemukan teknologi tomografi yang membuat alat pemindai tubuh lebih murah dan amat akurat. Akan dipatenkan seperti enam penemuannya yang lain.


Dari sebuah ruko sewaan di Tangerang, terciptalah teknologi berkelas dunia. Dr. Warsito, 39 tahun, sang penemu, berhasil menjungkirkan keyakinan bahwa teknologi canggih hanya bisa diciptakan di pusat riset maju. Temuan made in ruko itu telah membuat Warsito muncul di hampir semua jurnal ilmiah di dunia sepanjang Maret lalu.


Teknologi yang ditemukan pemegang enam dokumen paten ini adalah teknologi tomografi medan listrik tiga dimensi atau electrical capacitance volume tomography (ECVT). Inilah penolong para pasien miskin bila mereka harus mengecek kesehatan dengan pemindai tubuh.


Dengan ECVT, proses pemindaian tubuh bakal lebih murah dibanding CT Scan dan MRI. Caranya juga simpel. Tak perlu masuk tabung seperti pada MRI. Pasien cukup dilewatkan di pintu detektor. Akurasinya, jangan tanya. Sementara MRI menghasilkan gambar dua dimensi, citra tomografi ini tiga dimensi.


Soal resolusi gambar, sebentar lagi ketajaman MRI bakal tertinggal jauh. Warsito sedang menggodok patennya yang ketujuh, ECVT resolusi tinggi. Ia akan mengajukannya ke kantor paten dan merek dagang Amerika Serikat pada Januari mendatang.


Tak hanya pasien dan dokter yang akan terbantu dengan teknologi ini. Alat ini hadir untuk segala yang perlu dipindai, dari gas di dalam tabung, reaktor nuklir, hingga perut gunung api.


Alkisah, penemu CT Scan, A.M. Cormack dan G.N. Hounsfield, diganjar Nobel Bidang Fisiologi dan Kedokteran 1979. Pada 2003, Nobel bidang ini diberikan kepada penemu MRI, Paul C. Lauterbur dan Peter Mansfield. Warsitokah penerima Nobel berikutnya? Dia tersenyum kecil. Ucapnya, "Itu mimpi."


Bukan tanpa alasan jika Warsito memilih menyiapkan ECVT di rukonya. "Saya minta hak eksklusif untuk bisa mengembangkannya tanpa terikat dengan Universitas Ohio," katanya. Ia memang pernah intensif menggunakan laboratorium Ohio State University, AS, saat bekerja sebagai peneliti di sana sejak 1999.


Pilihan ruko ini penuh risiko. Suatu kali petir menghanguskan satu komputernya. Lalu, laptop dan sebuah komputer lainnya jebol karena tak tahan menjalankan simulasi tomografi. Seluruh dokumentasi risetnya lenyap. "Satu minggu saya shock, tidak keluar kamar," ujarnya.


Ketidaktergantungan pada kampusnya membuat anak petani dari Solo ini dengan enteng menampik tawaran untuk memperpanjang kontrak pada Juli lalu. Ia bahkan bisa pulang membawa paten tomografinya. Kini ia sedang menyiapkan pusat riset dan tempat produksi tomograf tiga dimensinya di Tangerang, bekerja sama dengan investor dalam negeri.


Sumber : Tempo (Edisi. 44/XXXV/25 - 31 Desember 2006)

Sabtu, 12 April 2008

Tentang Yayasan Bina Remaja Bantul


Yayasan bina remaja bantul merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang pengembangan potensi remaja-usia sekolah di bantul. dengan titik beratnya dalam rangka pengembangan mentalitas remaja, yayasan bina remaja bantul hadir dengan program program populis.
Yayasan bina remaja bantul hadir secara resmi di bantul dengan legalitas akta notaris pada bulan februari 2008. dengan anggota pengurus yang merupakan orang orang yang sudah berpengalaman di dunia remaja bantul, yayasan ini berkeinginan mewujudkan remaja bantul yang maju dan dapat memberikan kontribusi kepada bantul pada khususnya.
Cerdas-Kreatif-Inovatif danProduktif adalah jargon dari yayasan bina remaja bantul yang merupakan gambaran dari semangat pengurus untuk membentuk sosok pemuda-remaja bantul yang memiliki empat aspek tersebut untuk dapat berkarya dan memberikan kontribusi positif, karena cerdas saja tidak cukup, kreatifitas dan daya inovasi yang tinggi perlu dipupuk agar dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. dan yang lebih penting adalah produktifitas dari sosok pemuda-remaja tersebut. karena ilmu harus diamalkan secara nyata agar bisa menjadi sebuah wujud nyata kontribusi positif.
kenapa hanya remaja???
Degradasi moral maupun intelektual dikalangan remaja di belahan dunia timur era sekarang ini sedemikian hebatnya. mo limo bukan hanya merambah kalangan orang tua saja, bahkan kalangan remaja memberikan kontribusi yang tidak sedikit. padahal generasi muda merupakan generasi yang nantinya akan menggantikan generasi masa sekarang. begitu pentingnya posisi remaja saaat ini sehingga berawal dari hal itulah yayasan bina remaja bantul berdiri. dan hal yang lebih penting lagi adalahkarena yayasan bina remaja yakin bahwa segmen "remaja" merupakan generasi penerus yang harus diberikan nilai nilai dasar yang baik dan berguna untuk masa depan baik pribadinya secara khusus, maupun bangsa dan negara secara umum. (by : yassir)

StuDent Career Path, Apaan Sih??

Cerita tentang si-Student dan sesobek kertas…

Keluar sekolah, Si-Student berjalan dengan gontai…langkah demi langkah dilalui dengan beratnya, tubuhnya membungkuk seolah ada satu ton besi dalam kantong yang memberatkannya. Pikirannya menerawang entah kemana, kerikil demi kerikil ia injak seolah ia tiada peduli sedikitpun dengannya. Tas Eigernya masih dijinjing, tas biru dengan buku buku yang masih baru....celana abu abu nya serasi dengan kemeja putih lengan pendek dan dasi yang menggantung di lehernya. OSIS, begitu yang tertulis di saku kirinya berikut sebuah logo yang mengilustrasikan sebuah buku dan bendera kebangsaan negara ini. Di lengan kirinya tertulis nama SMU tempat ia belajar.
Student memang baru kelas satu, baru satu tahun ia belajar di bangku SMU. Tiga minggu yang lalu, ia baru saja menyelesaikan ujian semester kenaikan kelas, mungkin beberapa minggu lagi ia akan naik kelas, bertemu dengan teman teman yang baru dengan suasana yang baru pula.
Beberapa hari ini, student memang agak bingung....di usianya yang memasuki angka 17 -usia yang dianggap orang sebagai usia penentuan dan awal menuju gerbang kedewasaan- ia mulai memikirkan tentang masa depannya, tentang hidupnya tentang apa sesungguhnya hal yang ingin diraihnya, ia yakin bahwa usia SMA merupakan usia penentuan kemana ia harus melangkah sehingga ia harus menyiapkannya lebih dini, ”lebih cepat lebih baik bung!!!”, begitu suara hatinya berkata.
Student lalu mengeluarkan sesobek kertas dari balik kantongnya. Sesobek kertas kecil yang sudah lusuh, kertas yang sudah terlalu banyak disentuh dan diletakkannya, kertas yang berisi tentang kegalauan hatinya. Hanya beberapa kalimat saja isinya :

IPA/IPS ?
Yang banyak dibutuhkan orang?
Kemampuan&kecenderunganku dimana?
Apa saja yang harus q siapkan?

Dua tahun lagi q lulus SMA,
kira kira orang seperti apa yang banyak dibutuhkan pada saat itu ya?
Kuliah / kerja / wiraswasta ?
Kuliah tu kaya apa sih?jurusannya?beasiswa?
Kalo kerja?
Ato usaha sendiri?
BINGUUUNG....!!!

Hanya itu isinya. Tulisan yang seolah seperti satu ton besi dalam kantongnya. Tulisan yang meskipun sudah beberapa kali dilihat dan dibolak balik olehnya namun tak kunjung ia temukan jawabannya.....
Waktu terus bergulir. Jam menunjukkan pukul 14.15 di tangannya. Ia menghela nafas dan berkata dalam hatinya....”waktu terus berputar maju dan tak mungkin mundur kembali, sedang jawaban sesobek kertasku tak kunjung ku temui. masih ada dua tahun perjalanan kedepan, masih ada 17.250 jam tersisa dan segera harus kutemukan jawabannya.....aku tidak ingin menjadi orang yang salah arah karenanya dan menyesali keputusanku setelahnya hanya gara gara sebuah gambaran dan arahan masa depan yang belum kutemukan jawabannya.....”
Lalu tiba tiba student menghentikan langkahnya.seolah mendapatkan energi baru dalam jiwanya, Ia genggam kertas itu dengan tangan kanannya, ia kepalkan ke atas seolah ia hendak menjangkau matahari. Ia tengadahkan wajahnya dan seolah ia tiada menghiraukan ramainya jalan siang itu, ia berteriak ”HAI MATAHARI, AKAN KU TEMUKAN JAWABANNYA SESEGERA MUNGKIN...!!!”

***

Nah sobat, cerita diatas mungkin banyak terjadi dikalangan remaja SMA sekarang ini. Usia SMU merupakan usia penentuan dimana fase ini merupakan fase awal pintu gerbang menuju dunia kedewasaan dan masa depan. Semua hal harus diperhitungkan dengan cermat karena tiap langkahnya akan menentukan masa depannya. ”Lebih Cepat Siapnya, Itu Lebih Baik...!!!” begitu kata student diatas.
Kebingungan masuk IPA/IPS, kebingungan akan kecenderungan potensi yang dimiliki, kebingungan akan kemana setelah lulus, kuliah, kerja, ato buka usaha, kebingungan tentang gambaran dunia masa depan dan kebingungan akan langkah langkah yang harus ia jalani sedari dini (mulai kelas satu dan dua SMU). Segala kebingungan diatas harus ditemukan jawabannya dengan segera, sedari memasuki kelas satu ataupun kelas dua agar lebih pasti dalam melangkah menuju masa depan.
Dan itulah alasan mengapa Student Career Path diadakan. Student Career Path (baca : jejak karier pelajar) merupakan rangkaian acara dalam rangka memberikan gambaran dan arahan kepada para pelajar SMU tentang dunia masa depan berikut kebutuhan dan tantangan yang akan dihadapi serta yang lebih penting memberikan langkah langkah sistemis, dari mana ia harus mulai melangkah. Kegiatan ini memang hanya dikhususkan untuk siswa kelas satu dan dua SMU dengan harapan agar mereka bisa SIAP LEBIH DINI dalam menentukan masa depannya, tapi meski begitu anak kelas tiga juga ngga dilarang ikut.
Acara ini bakal diadakan hari ahad tanggal 04 mei 2008 pukul 07.30 – 12.00 bertempat di pendopo parasamya kompleks kabupaten bantul dengan pembicara DR.M Budi Setiawan (deputi Menpora) untuk menjawab pertanyaan kebutuhan SDM masa kini dan Dr.Warsito (cah Ndeso yang mendunia) yang akan berbagi pengalaman tentang menyusun arahan hidup sejak dini, serta menghadirkan trainer dan psikolog pilihan untuk motivasi dan pengarahan pelajar (ibu Pihasniwati S.Psi).
So....penting ngga acara ini???bagi pelajar yang memiliki komitmen yang tinggi untuk menata masa depannya sejak dini so pasti buruan deh daftar melalui OSIS di sekolah kamu atau call aja ke CP Student Career Path : Rita 0818 0422 9531 dan setiawan (0274) 650 2694. buruan gih...tempat terbatas....hanya untuk 400 peserta. WaiTeD 4u!!! (By : Yassir)